9 Masalah Presensi Karyawan Ini Akan Mudah Diatasi dengan Software HR

Begini cara mengatasi permasalahan presensi pegawai karyawan pakai Software HR dengan fitur absen karyawan online seperti yang ada pada Talenta. Selengkapnya, baca tulisan ini sampai selesai.

Manusia adalah sumber daya yang paling krusial dalam perusahaan, namun sekaligus yang paling menantang untuk dikelola. Hal ini karena manusia memiliki latar belakang, karakter, dan motif yang berbeda-beda.

Jika tidak dikelola dengan baik, maka akan timbul beberapa masalah pada perusahaan. Masalah yang paling sering dikeluhkan oleh pihak manajemen terkait dengan sumber daya manusia, selain masalah skill adalah masalah tingginya tingkat presensi karyawan.

Tingginya tingkat presensi karyawan menjadi masalah, selain karena berpotensi mengganggu kinerja perusahaan, juga karena bisa merupakan indikasi adanya masalah yang lebih serius di dalam perusahaan. Misalkan, adanya beban kerja yang tidak manusiawi, atau situasi kerja yang buruk bagi kesehatan.

Oleh karena itu sebagai pihak manajemen, Anda perlu melakukan sembilan hal sebagai berikut agar dapat mengatasi masalah karyawan yang sering absen.

Lakukan Pemanggilan

Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan presensi pegawai karyawan adalah memeriksa kepada atasannya. Apakah karyawan yang bersangkutan melakukan izin atas ketidakhadirannya atau tidak.

Jika tidak, Anda bisa langsung menanyakan kepada karyawan mengapa ia tidak hadir dan tidak memberikan informasi/izin terlebih dahulu. Hal ini bisa dilakukan melalui telepon, chat, atau email.

Apabila yang bersangkutan telah hadir ke tempat kerja, Anda dapat melakukan pemanggilan karyawan yang bersangkutan secara langsung.

Pemanggilan ini tidak bertujuan untuk menghakimi, melainkan untuk mendiskusikan masalah yang karyawan alami dan solusi untuk menyelesaikannya. Diskusikan hal tersebut dengan nada yang sopan namun tegas sehingga karyawan sadar kalau ini merupakan teguran disiplin.

Namun juga sekaligus proses coaching, agar terjadi perbaikan di masa yang akan datang. Minta karyawan untuk mengambil komitmen perbaikan.

Observasi Penyebab dan Perbaikan

Saat melaksanakan pemanggilan di poin 1, Anda dapat sekaligus melakukan inventarisasi masalah yang terjadi. Lakukan diskusi dengan rileks agar, karyawan mau memberikan informasi secara terbuka.

Catat dan identifikasi jawaban dari karyawan agar menemukan cara terbaik untuk mengatasi permasalahan presensi pegawai karyawan tersebut.

Jika penyebabnya adalah masalah pribadi, sebagai manajemen, Anda harus menunjukkan sikap berempati namun tetap tegas dan mengingatkan untuk tetap menjaga profesionalisme di dalam bekerja.

Namun, apabila sumber masalah adalah di dalam pekerjaan, maka manajemen perlu merespon untuk melakukan perbaikan. Misal, karyawan sering absen karena sakit akibat ruangan yang tidak memiliki ventilasi.

Maka manajemen perlu melakukan perbaikan ruangan, agar dapat mendukung kesehatan karyawan secara keseluruhan.

Upayakan Budaya Disiplin Terbentuk

Budaya kerja atau budaya organisasi adalah budaya yang harus diciptakan agar karyawan satu dengan yang lain saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain terhadap nilai-nilai yang dinilai positif dalam perusahaan.

Terkait dengan mengatasi permasalahan presensi pegawai karyawan, maka perlu diadakan sosialisasi mengenai kedisiplinan kerja dalam pertemuan rutin, pada poster, maupun pada briefing singkat setiap harinya. Hal ini penting, agar nilai-nilai tersebut melekat dan dijiwai oleh masing-masing karyawan.

Selain dengan sosialisasi, budaya kerja dapat juga diterapkan dengan penetapan kebijakan maupun insentif sebagai berikut.

Kebijakan Cuti Sakit yang Jelas

Anda juga wajib membuat kebijakan cuti yang jelas di dalam perusahaan. Agar celah di dalam peraturan tidak dijadikan kesempatan bagi karyawan yang tidak disiplin untuk melakukan kecurangan, seperti berbohong. Jika perlu, lakukan pengaturan yang lebih ketat dalam pembuktian sebagai dasar pengajuan cuti.

Misalnya, kewajiban untuk menunjukkan surat dokter, atau kewajiban memberikan informasi sakit kepada atasan saat mengalami sakit. Jika karyawan tidak memenuhi ketentuan, maka dapat dikenai sanksi, seperti potongan tunjangan, atau surat peringatan.

Insentif bagi Karyawan dengan Kehadiran Penuh

Alih-alih, memberikan sanksi kepada karyawan yang melakukan presensi, Anda juga bisa memilih untuk melakukan positive reinforcement. Yaitu dengan mengapresiasi karyawan yang melakukan kehadiran penuh.

Metode cara mengatasi permasalahan presensi pegawai karyawan seperti ini biasanya berpengaruh positif. Apresiasi ini sekaligus merupakan penekanan terhadap apa yang dipandang baik, dan diendorse oleh perusahaan untuk dilakukan oleh seluruh karyawan.

Insentif ini dapat berupa insentif material maupun insentif non material seperti rekognisi atau pujian yang disampaikan secara umum.

Buat Situasi Kerja yang Nyaman

Menciptakan situasi yang nyaman dan memenuhi psychological safety adalah cara untuk mengurangi tingkat stress di kantor.

Situasi yang nyaman dan aman ini dapat dibentuk dengan pola komunikasi yang baik antara manajemen dan karyawan serta mengusahakan adanya hubungan kerja yang baik antar karyawan.

Buat Situasi Kerja yang Sehat dan Aman

Selain secara psikologis, manajemen juga perlu mengupayakan agar situasi kerja yang ada di kantor sehat dan aman secara fisik. Sehingga tingkat presensi karyawan karena sakit dapat diminimalisasi. Hal ini juga sesuai dengan ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku di Indonesia.

Pelajari Peraturan yang Berlaku

Anda harus mempelajari peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk mengatahui sampai batas mana karyawan melakukan pelanggaran.

Selain itu, salah satu cara mengatasi permasalahan presensi pegawai karyawan lainnya, Anda juga bisa melakukan sosialisasi kepada karyawan atas peraturan perundang-undangan. Yaitu peraturan yang terkait dengan kedisiplinan karyawan, dan konsekuensi yang mungkin timbul akibat pelanggaran karyawan.

Lakukan Monitoring Presensi secara Berkala

Untuk dapat mengambil keputusan yang lebih jauh, Anda atau tim personalia harus melakukan monitoring secara berkala. Sehingga, karyawan yang sebelumnya telah dipanggil dan tetap melakukan kesalahan, dapat secara rutin ditegur dan atau mendapat sanksi yang lebih berat.

Untuk itu penting bagi anda memiliki aplikasi presensi online yang reliabel. Karena aplikasi ini akan menghasilkan laporan yang dapat dijadikan dasar/bukti yang valid dalam pengambilan keputusan.

Aplikasi presensi secara umum dapat memberikan data realtime tentang waktu kedatangan dan pulang kantor, pelaksanaan lembur serta catatan tugas di luar kantor yang dilakukan oleh masing-masing karyawan.

Data ini bisa Anda gunakan sebagai bahan evaluasi pada karyawan yang bermasalah, terutama apabila mereka berusaha mengelak dari pelanggaran yang telah dilakukan.

Kelola Presensi Online dengan Aplikasi Talenta by Mekari

Talenta adalah salah satu merk HRIS (human resources information system), yakni software (perangkat lunak) untuk manajemen sumber daya manusia. Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance appraisal.

Selain itu, Talenta juga menyediakan fitur mobile friendly yang disebut mobile employee-self service yang dapat memudahkan karyawan untuk mengakses Talenta melalui smartphone atau gadget masing-masing. Fitur-fitur yang disediakan Talenta juga dilengkapi dengan detail-detail sehingga memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan. Misalnya, pada fitur payroll, komponen seperti bonus, tunjangan, pajak, insentif, dan lain-lain ditambahkan. Dengan demikian perhitungan akan menjadi lebih efisien dan efektif.

Dengan adanya fitur-fitur ini maka tentu saja pengelolaan sumber daya di dalam perusahaan jauh lebih baik dan lebih optimal. Talenta dapat diakses dengan mudah di https://Talenta.co. Tunggu apa lagi? Coba Talenta sekarang juga.